Dalam membantu mewujudkan rumah model, tentunya kau membutuhkan sumbangan dari terlatih (arsitek serta kontraktor). Sayangnya tidak segenap profesional seia dengan kehendak anda dan mampu menuntungkan anda.

Melenceng pilih, bisa-bisa malah kesusahan dan frustrasi yang menghampiri anda. Engkau pernah mempunyai kesulitan bertalian dengan profesional (arsitek / kontraktor) tatkala membangun rumah/properti anda?

Berikut ini tips-tips terkait dengan dengan Jasa Desain rumah:

1. Menilik reputasi arsitek dari manusia yang mengerti atau merekomendasikannya. Selain itu periksa juga portofolio arsitek tersebut, apakah cocok pada kebutuhan engkau atau bukan. Sebaiknya tidak menyewa arsitek yang seharga mempunyai pengalaman merancang wisma tinggal dalam merancang dewan yang tinggi, seperti pondok atau mal. Kalaupun engkau ingin menyampaikan kesempatan kian pada arsitek tersebut, oleh sebab itu pastikan dia mempunyai rujukan rekomendasi cukup bagi membuat model sekelas beserta yang diinginkan.

2. Ada beberapa arsitek yang ada gaya fantasi khusus, oleh sebab itu sebaiknya kamu memilih arsitek yang “selaras” dengan keinginan anda.

3. Negosiasikan fee desain dan lingkup pekerjaan dengan terbuka sebelum suka untuk menyewa arsitek tersebut. Biasanya barang akhir arsitek adalah ilustrasi kerja, susunan acara anggaran upah, rencana pikulan dan syarat-syarat, serta pikiran struktur.

4. Jika engkau telah berucap untuk bekerja dengan arsitek, jangan waswas untuk menyertakan segala ideologi di oknum anda, & berikan arsitek kebebasan dalam menerjemahkannya. Intensifkan proses diskusi dengan arsitek sampai dengan takat pra design (sampai disetujui denah, hadir, potongan serta gambar 3 dimensi), olehkarena itu setelah prematur desain disetujui arsitek hendak berkonsentrasi utk menyelesaikan gambar kerja & dokumen-dokumen lainnya. Jika dikau masih besar mengubah model pada tara tersebut, oleh sebab itu waktu kerja arsitek pun akan menonjol dan kemungkinan anda akan dikenakan upah untuk hal itu.



Untuk terkait dengan dengan pemborong, hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Sama dengan arsitek, periksa reputasi kontraktor. Sewajarnya jangan beri kontraktor urusan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Menyewa kontraktor yang bukan sesuai menggunakan spesifikasi dewan akan menimbulkan resiko kesusahan yang kian besar dibanding risiko cela memilih arsitek, baik di dalam hal tenggat maupun ongkos.



2. Selidik juga latar belakang keuangan kontraktor. Anda mampu meminta fotokopi rekening bank kontraktor & bank guarantee (jaminan bank) jika dirasa diperlukan, guna jaminan kontraktor tidak akan kehilangan dana dalam tengah pelaksanaan proyek, soalnya biasanya periode pembayaran dr pemilik pekerjaan tidak terus-menerus sama dengan waktu pembayaran kontraktor ke suplier benih bangunan atau sub pemborong.

3. Sepakati biaya rencana keseluruhan di muka (sebelum pelaksanaan), berdasarkan susunan acara anggaran ongkos yang terbuat oleh arsitek, yang lantas dinegosiasikan secara kontraktor. Sepakati pula siapa yang hendak menanggung risiko-risiko, seperti risiko kenaikan pangkat, kerusakan konstruksi, dan sebagainya.

4. Mintalah jaminan/garansi dari pemborong selama jangka waktu tertentu (untuk rumah tinggal biasanya 3-6 bulan). Segenap kerusakan yang terjadi pada masa teban tersebut (kecuali force majeur) menjadi tanggungan kontraktor. Kira-kira arsitek juga menawarkan usaha sebagai kontraktor. Jasa campuran seperti ini bisa menghemat biaya, karena biasanya penyedia usaha hanya memungut fee sebagai kontraktor, tanpa fee model. Namun hal ini sama sekali direkomendasikan dalam proyek-proyek yang relatif simpel seperti bait tinggal, serta anda sebaiknya mengenal penyedia jasa yang ada dengan bagus.